Ayo Waralaba Ayo Waralaba Ayo Waralaba

Detail Berita / Artikel

Gerakan Anti Plastik Untuk Indonesia Sehat

Administrator Usaha Kecil dan Menengah Dilihat 1870 kali

Sampah merupakan sebuah permasalahan serius yang terjadi di Indonesia. Menumpuknya sampah anorganik bisa mengakibatkan lingkungan menjadi tercemar karena jenis sampah seperti itu sulit sekali untuk larut sehingga bisa mencemari lingkungan. Oleh sebab itu, gerakan anti plastik pun dicanangkan untuk bisa mengatasi permasalahan tersebut.

Latar Belakang Gerakan Anti Plastik

Gerakan anti plastik timbul karena permasalahan pencemaran lingkungan yang cukup serius di Indonesia. Berdasarkan data, masyarakat Indonesia rata-rata menggunakan 10 milyar kantong plastik setiap tahunnya, dan 95 % dari kantong plastik itu akhirnya menjadi sampah dan menyebabkan pencemaran lingkungan. Seperti yang kita tahu, plastik merupakan sampah anorganik yang sulit untuk larut sehingga bisa memperparah pencemaran lingkungan. Melihat hal itu, Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) melakukan petisi #pay4plastic dan akhirnya ditanggapi oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan dikeluarkannya kebijakan kantong plastik berbayar yang akan dilaksanakan di 17 kota besar di Indonesia.

Gerakan Kantong Plastik Berbayar

Menanggapi petisi yang dilakukan oleh GIDKP, akhirnya Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengeluarkan surat edaran untuk melaksanakan kebijakan tentang kantong plastik berbayar di 17 kota di Indonesia. Kota yang akan mulai menerapkan kantong plastik berbayar yaitu Bandung, Bekasi, Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, Semarang, Solo, Surabaya, Palembang, Denpasar, Balikpapan, Medan, Banjarmasin, Ambon, Makassar dan Jayapura.

Mulai Februari, tepatnya 21 Februari 2016, gerakan anti plastik akan mulai dilaksanakan. Masyarakat yang akan berbelanja di supermarket dan sejenisnya harus membawa kantong belanja sendiri. Jika mereka tidak membawa dari rumah, maka mereka harus membayar biaya tambahan untuk membayar kantong plastik.

Daerah yang sudah menjalankan kebijakan ini diantaranya Bandung dan Cimahi, dimana masyarakat harus mengembalikan kembali kantong plastik ke ritel dan akan dibayar kembali dengan uang. Tuti Hendrawati Mintarsih, Direktur Jendral Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya dari LHK mengatakan bahwa harga dari kantong plastik berbayar belum ditentukan, namun beliau berharap bahwa kebijakan ini akan berjalan lancar sehingga pencemaran lingkungan di Indonesia akan bisa segera diatasi.

Kebijakan ini akan mulai efektif di tahun 2016, dan selanjutnya kebijakan ini akan berlaku di seluruh kota di Indonesia. Ketua GIDPK pun berharap bahwa kebijakan ini akan berjalan lancar dan juga dibarengi oleh kerjasama masyarakat untuk selalu membawa kantong belanja sendiri agar mengurangi penggunaan kantong plastik yan otomatis akan membuat lingkungan hidup di Indonesia menjadi lebih bersih dan indah.

Kegiatan ini pun didukung oleh presiden yang mendukung langsung aksi diet plastik ini. Beliau memerintahkan adanya regulasi yang bisa mendorong pemerintah daerah untuk menyelesaikan masalah sampah secara konkret. Dengan berbagai dukungan dari semua pihak, diharapkan program ini bisa sukses sehingga permasalahan sampah di Indonesia bisa diatasi dengan baik.

Bisnis, Bisnis Indonesia, Daftar Waralaba, Franchise Makanan, Indonesia Waralaba, Makanan Lokal, Peluang Bisnis, Pengertian Waralaba, Ukm Bisnis, Usaha Makanan, Bisnis 2016,

Akun

Member Banner

Google Analytics Alternative