Ayo Waralaba Ayo Waralaba Ayo Waralaba

Tokoh Artikel

Rustono

CEO Rusto Tempeh, Pengusaha

Seorang putra bangsa yang saat ini mempunyai julukan The king of tempeh di Jepang ini bernama Rustono yang lahir di Grobogan03 Oktober 1968. Saat ini ia berumur 46 tahun adalah seorang pengusaha Indonesia yang sukses di Jepang hingga memiliki pabrik tempe. Rustono menghabiskan masa kecilnya di desa kramat, penawangan. Tahun 1987 hijrah ke yogyakarta untuk menuntut ilmu di Akademi Perhotelan Sahid dan merintis karier sebagai pelayan di Hotel Sahid Yogyakarta. Namun Rustono akhirnya menikah dengan wanita Jepang Tsuruko Kuzumoto tahun 1997 dan pindah ke Kyoto Jepang. Rustono kemudian memulai bisnis tempe di Jepang dan mendapat merek Rusto Tempeh dengan gambar suasana kampung di Jawa. Saat ini kapasitas produksi Rusto Tempeh bisa mencapai kurang lebih 16.000 bungkus tempe setiap lima hari. Rustono memasarkan tempenya hampir di seluruh kota-kota di Jepang, swalayan, toko, dan rumah sakit di Fukuoka.

Meskipun bisnisnya kini telah berkembang dengan pesat, namun perjalanan suksesnya dalam membangun usaha tempe tidaklah mulus. Setelah memutuskan untuk menuntut ilmu di Akademi Perhotelah Sahid pada tahun 1987, Ia kemudian merintis karirnya sebagai seorang bell boy di Hotel Sahid Yogyakarta hingga bertahun-tahun lamanya. Pengalaman inilah yang kemudian mempertemukan Rustono dengan seorang wanita asli Jepang bernama Tsuruko Kuzumoto, yang kini telah dipersunting sebagai istrinya.

Di tahun 1997, Rustono memutuskan untuk hijrah ke Tokyo, Jepang untuk melanjutkan hidup baru bersama istri tercintanya. Dari sinilah perjuangan Rustono mulai dirintis dari awal. Ia bekerja di beberapa perusahaan Jepang mulai dari perusahaan sayur-mayur hingga perusahaan roti yang semuanya menuntut ketelitian dan tanggungjawab cukup besar dari para karyawannya. Rustono yang saat itu berprofesi sebagai seorang karyawan, mendapatkan banyak ilmu dari masyarakat di negeri matahari terbit tersebut, baik dari perilaku hidup sehari-hari maupun dari segi etos kerja para karyawan yang relatif cukup tinggi.

Awal Merintis Usaha Tempe
Berbekal pengalaman dan pengetahuannya di beberapa sektor industri, hati kecil Rustono mulai terdorong untuk membuka peluang bisnis baru yang belum pernah ada sebelumnya di Negara Jepang. Terinspirasi dari makanan nato (sejenis makanan dari kedelai yang rasanya sangat khas orang Jepang), ayah dari Noemi Kuzumoto ini mencoba menekuni sektor bisnis makanan dan membuat tempe dengan sedikit pengetahuan yang pernah Ia ketahui.

Proses trial and error Ia jalani kurang lebih selama empat bulan, bahkan Ia rela pulang ke Indonesia selama tiga bulan hanya untuk belajar membuat tempe yang lezat dari 60 pengrajin tempe di seluruh Pulau Jawa. Kuatnya tekad dan semangat Rustono untuk terus belajar memproduksi tempe, akhirnya membuahkah hasil manis sehingga Ia berhasil membuat tempe yang lezat dengan bantuan ragi dari Indonesia, dan memanfaatkan sumber mata air di sekitar kediaman mertuanya.

Setelah berhasil memproduksi tempe dengan sempurna, ternyata masih banyak kendala usaha yang dihadapi oleh Rustono. Salah satunya yaitu mengenai izin produksi di Negara Jepang yang cukup rumit (harus melalui berbagai tahap penelitian dan tes), serta kendala iklim alam yang kurang bersahabat karena memiliki kelembapan udara kurang dari 60%, sehingga proses fermentasi tempe tidak bisa berjalan maksimal tanpa bantuan peralatan khusus yang bisa menjaga kestabilan cuaca.

Hasil kerja keras dan selalu semangat belajar untuk mencapai hasil yang diinginkannya Rustono sukses membangun bisnis tempe rumahan menjadi pengusaha tempe sukses dengan pabrik dipinggir hutan dengan luas 1000 meter persegi bermata air di Jepang. 

Tokoh Artikel Lainnya

Akun

Member Banner

Google Analytics Alternative