Ayo Waralaba Ayo Waralaba Ayo Waralaba

Tokoh Artikel

Max Gunawan

Arsitek, CEO Lumio

Max Gunawan, seorang pebisnis asal Indonesia telah membuktikan prinsip ini dalam bisnis uniknya. Keberaniannya memulai bisnis di pasar yang masih jarang dilirik orang justru membawanya mendapatkan suntikan dana dari pebisnis ulung di Amerika Serikat lewat reality show Shark Tank. Sebagai arsitek Max Gunawan dituntun harus mempunyai ide-ide cemerlang yang kreatif dan inovatif sehingga mampu membuat namanya melambung di industri Amerika. Bahkan, salah satu idenya diperebutkan oleh 5 investor besar dari Negeri Paman Sam itu.

Max Gunawan lahir dan besar di Jakarta. Meski lahir sebagai anak tunggal, semasa kecilnya tidak menjadikan Max Gunawan dimanjakan. Kedua orangtua Max bekerja dari pagi hingga malam, sehingga Max kecil lebih sering menghabiskan waktunya belajar dan bermain bersama pengasuhnya. “Boleh dibilang, saya lebih seperti anak pengasuh, saking jarangnya berkumpul bersama orangtua saya.” Oleh karena itu, setiap kali orangtuanya pulang lebih cepat, Max sangat gembira. Suatu waktu, ayahnya pulang lebih cepat dan membawakannya sebuah jeruk bali. Ia senang bukan karena ingin memakan jeruk tersebut, namun karena ia tidak sabar untuk membuat sesuatu dari kulit jeruk tersebut. Jadilah sebuah mobil kecil sederhana. Max mengaku sejak itu, ia sering menghabiskan waktunya untuk membuat mainan sendiri dari barang-barang yang sudah ada dan tidak terpakai.

Menurutnya, dengan melakukan itu, maka waktu tidak akan terasa panjang sampai orangtuanya pulang. Ia kemudian memutuskan untuk pergi ke Amerika untuk mencari tantangan baru. Dengan skala persaingan yang lebih luas dan ketat, ia yakin bahwa kemampuannya tidak akan kalah bersaing dengan orang lain.

“Pada tahun 2013 akhirnya saya memutuskan mengambil resiko dengan menekuni Lumio dan meninggalkan pekerjaan di korporasi.

Karena tidak memiliki modal yang cukup saya berusaha mengumpulkan modal lewat laman Kickstarter. Pada awalnya saya hanya ingin mengumpulkan 6o ribu dolar saja, tapi berakhir dengan 580 ribu dolar, 10 kali lipat lebih besar dari yang saya butuhkan.”

Max menekuni bidang desain produk yang inovatif dengan bentuk yang unik. Lama menetap di Amerika, nama Max dikenal sebagai seorang arsitek dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Alih-alih ingin memunculkan sebuah produk baru dan ingin memproduksi sendiri untuk berkarier sebagai pengusaha, Max mengikuti reality show Shark Tank, sebuah program yang digawangi pebisnis sukses Amerika Serikat untuk memperebutkan ide brilian yang akan mereka danai. Max menciptakan sebuah produk lampu portable dengan desain seperti buku dengan nama Lumio. Lumio ciptaan Max ini membuat 5 investor yag menjadi juri terkagum-kagum, apalagi mendengar perjuangan Max yang ikut campur tangan dalam setiap tahapan produksinya tersebut.

Mulai dari mencari bahan ke Tiongkok, proses produksi, desain yang detil hingga proses akhir. Seluruh produksi prototype karya Max untuk reality show ini dimodali oleh perusahaan Kickstarter. Dalam program tersebut, Max mengajukan proposal dengan dana produksi US$ 250 ribu dengan share pendapatan sebesar 8% untuk Lumio. Namun, setelah mendengar presentasi, strategi marketing dan keunggulan dari Lumio, The Sharks (sebutan bagi 5 juri investor) langsung jatuh hati kepada Lumio. Kelima investor perusahaan besar tersebut saling bersaing dengan penawaran yang beragam. Hal ini adalah hal yang jarang terjadi dalam program tersebut. Akhirnya, Max memilih tawaran Robert Herjavec, CEO The Harjavec Group, yaitu dana investasi sebesar US$ 350 ribu dengan share pendapatan 10% untuk Lumio.

Tokoh Artikel Lainnya

Akun

Member Banner

Google Analytics Alternative