Ayo Waralaba Ayo Waralaba Ayo Waralaba

Tokoh Artikel

Djoko Susanto

CEO PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Pengusaha

Djoko Susanto lahir pada tahun 1950 dengan nama Kwok Kwie Fo adalah seorang pengusaha asal Indonesia. Ia adalah pemilik grup Alfamart, bisnis ritel dengan mini-mart konsep. Pada 2014Forbes menempatkan ia pada urutan 27 dari 50 orang terkaya di Indonesia.

Pengembangan berbisnis Djoko dimulai sejak beliau masih berumur tujuh belas tahun. Awalnya beliau membuka usaha kios yang dimiliki oleh orang tuanya di Pasar Arjuna yang terletak di kawasan Jakarta. Kios yang dijalankannya itu diberi nama Sumber Bahagia. Kios tersebut menekankan bisnisnya dalam menjual bahan makanan. Potensi bisnis nya pun sedikit berkembang. Beliau melihat adanya ruang bisnis yang lebih baik dengan menjual rokok. Hal ini dilakukannya pada tahun 1960 an. Visi nya dalam berbisnis rupanya sangat bagus, beliau dapat melihat bagaimana sebuah bisnis rokok akan dapat berjalan dengan baik dan memiliki potensi yang besar di masa akan datang. Dengan pemikiran yang dimiliki Djoko tentang potensi usaha rokok, Putera Sampoerna meliriknya untuk menjadi rekan kerja dan mereka membuka kios rokok baru di kawasan Jakarta.

Berawal dari keberadaan kios baru ini lah mereka mulai berpikir untuk membuka mini market. Mini market tersebut diberi nama Alfa Toko Gudang Rabat. Djoko sendiri menjadi direktur penjualan serta distribusi untuk perusahaan Sampoerna yang pada saat itu sedang berkembang pesat. Seiring dengan waktu Djoko dan Sampoerna mendirikan  toko baru yang diberi nama Alfa Minimart. Nama tersebut akhirnya disingkat menjadi Alfamart. Pendirian toko tersebut dilakukan pada tahun 1994 dan rupanya menarik perhatian banyak orang karena toko tersebut diperuntukkan tidak hanya untuk kalangan atas tapi juga menengah ke bawah. Akan tetapi Sampoerna tidak lagi bekerja sama dengan Djoko karena Sampoerna mendirikan bisnis dan perusahan baru dengan menjual tembakau. Pada akhirnya sebagian saham untuk Alfamart yang dimiliki Sampoerna dibeli oleh Djoko dari tangan Philip Morris.

Djoko pun membeli Northstar sehingga beliau memiliki saham sebesar 65 persen dari perusahaan. Saham sebanyak 65 persen tersebut dijual dan akhirnya menghasilkan dua kali lipat. Dari sinilah Djoko mulai mendapatkan penghasilan besar dan menjadikannya milioner.  Beliau juga menjual bisnis super market dan mulai masuk ke bisnis mini market yang diperuntukkan untuk semua kalangan. Mini market dinilai lebih terjangkau sehingga dapat menarik perhatian lebih banyak orang dari pada super market. Sebagai pemilik alfamart, Djoko mulai menikmati penghasilan yang sangat besar dari bisnisnya dengan jumlah pelanggan yang terus meningkat hingga saat ini.

Tokoh Artikel Lainnya

Akun

Member Banner

Google Analytics Alternative