Ayo Waralaba Ayo Waralaba Ayo Waralaba

Tokoh Artikel

H Soeprapto Soeparno

Founder PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir, Pengusaha

H Soeprapto Soeparno merupakan pria kelahiran 7 Oktober 1934 di Bangka, Provinsi Bangka Belitung ini memiliki seorang istri, 6 anak dan 12 orang cucu. sepanjang hidupnya sangat dikenal sebagai seorang yang sangat bersahaja serta senang berbagi kepada sesama. Beliau merupakan pendiri dari usaha waralaba ekspedisi pengiriman Indonesia bernama JNE. 

JNE merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengiriman dan logistik yang bermarkas di Jakarta,Indonesia. Nama resminya adalah FiKi Jalur Nugraha Ekakurir (Fiki JNE).

PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir didirikan pada tanggal 26 November 1990 oleh H. Soeprapto Suparno. Perusahaan ini dirintis sebagai sebuah divisi dari PT Citra van Titipan Kilat (TiKi) untuk mengurusi jaringan kurir internasional.

Bermula dengan delapan orang dan kapital 100 juta rupiah, JNE memulai kegiatan usahanya yang terpusat pada penanganan kegiatan kepabeananimpor kiriman barang, dokumen serta pengantarannya dari luar negeri ke Indonesia.

Pada tahun 1991, JNE memperluas jaringan internasional dengan bergabung sebagai anggota asosiasi perusahaan-perusahaan kurir beberapa negara Asia (ACCA) yang bermakas di Hong Kong yang kemudian memberi kesempatan kepada JNE untuk mengembangkan wilayah antaran sampai ke seluruh dunia.

Karena persaingannya di pasar domestik, JNE juga memusatkan memperluas jaringan domestik. Dengan jaringan domestiknya TiKi dan namanya, JNE mendapat keuntungan persaingan dalam pasar domestik. JNE juga memperluas pelayanannya dengan logistik dan distribusi.

Selama bertahun-tahun TiKi dan JNE berkembang dan menjadi dua perusahaan yang punya arah masing-masing. Karena ini kedua perusahaan tersebut menjadi saingan. Akhirnya JNE menjadi perusahaan diri sendiri dengan manajemen sendiri. JNE membuat logo sendiri yang membedakannya dari TiKi.

JNE membeli gedung pada tahun 2002 dan mendirikan JNE Operations Sorting Center. Kemudian pada tahun 2004 JNE membeli gedung untuk dijadikan Kantor Pusat. Dua-duanya berada di Jakarta.

Salah satu tindakan dan pemikirannya yang berpengaruh besar terhadap kemajuan perusahaan adalah dia tidak menjalankan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan saat Indonesia dilanda krisis moneter pada 1998. Justru saat itu, Prapto memberikan instruksi kepada jajaran manajemen untuk mengajak orang-orang yang terkena PHK membuka gerai JNE atau menjadi agen.

JNE dibawanya menjadi salah satu perusahaan jasa logistik nasional terkemuka dan kini memiliki lebih dari 12 ribu karyawan di seluruh Indonesia. JNE memiliki jaringan luas di seluruh Indonesia dari kota-kota besar hingga ke pelosok dengan lebih dari 5 ribu gerai.

Tokoh Artikel Lainnya

Akun

Member Banner

Google Analytics Alternative